Meta Ray-Ban Segera Meluncurkan Dua Kacamata AI Generasi Baru, Hadir dengan Fitur Wi-Fi 6
4 mins read

Meta Ray-Ban Segera Meluncurkan Dua Kacamata AI Generasi Baru, Hadir dengan Fitur Wi-Fi 6

Meta dan mitra perangkat keras kacamata AI-nya, EssilorLuxottica, sedang bersiap meluncurkan kacamata AI Ray-Ban generasi berikutnya. Indikasi ini muncul dari serangkaian pengajuan ke Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) untuk dua model baru yang diajukan bulan ini. Dokumen tersebut mengidentifikasi nama pemasaran sebagai “RayBan Meta Scriber” dan “RayBan Meta Blazer.”

Pengajuan FCC ini, yang sebagian besar dirahasiakan, menggambarkan perangkat yang diuji sebagai unit produksi. Hal ini menandakan kemungkinan besar Meta akan segera meluncurkan kacamata AI terbarunya. Sebagai perbandingan, kacamata Ray-Ban Meta generasi kedua diluncurkan kurang lebih sebulan setelah perangkat tersebut lulus sertifikasi FCC pada akhir tahun 2023.

Peningkatan Perangkat Keras dan Konektivitas

Meski detail spesifik mengenai desain dan fitur baru masih terbatas, beberapa informasi menarik telah terungkap dari pengajuan tersebut. Model “Blazer” diprediksi tersedia dalam dua ukuran yakni regular dan large. Selain itu, dokumen tersebut juga menyebutkan keberadaan wadah pengisi daya (casing pengisi daya) sebagai bagian dari pengujian, yang menunjukkan bahwa kacamata Ray-Ban baru ini masih menyertakan aksesori untuk pengisian daya saat bepergian.

Dua model Meta Ray-Ban baru akan tersedia dengan nama “RayBan Meta Scriber” dan “RayBan Meta Blazer”. Foto: Meta

Nomor model kacamata Blazer dan Scriber yakni RW7001 dan RW7002 menandai lompatan signifikan dibandingkan model generasi sebelumnya yang berkisar antara RW4002 hingga RW4014. Peningkatan nomor model ini berpotensi menunjukkan pembaruan perangkat keras yang substansial, mungkin termasuk chipset yang lebih baru.

Perbedaan penting lainnya adalah penggunaan pita Wi-Fi 6 UNII-4 pada kedua model baru. Peningkatan ini dapat menambah keandalan transfer data berkecepatan tinggi, yang khususnya berguna untuk fitur-fitur seperti streaming langsung dan fungsi AI yang memerlukan transmisi video langsung.

Pertumbuhan Penjualan dan Pergeseran Strategi Meta

Kacamata Ray-Ban Meta AI telah terbukti menjadi produk sukses untuk Meta dan EssilorLuxottica. Laporan terbaru dari EssilorLuxottica mengungkapkan penjualan kacamata AI miliknya melampaui tujuh juta unit pada tahun 2025, meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan total penjualan gabungan pada tahun 2023 dan 2024 yang mencapai dua juta unit.

Keberhasilan ini mendorong Meta untuk meningkatkan kapasitas produksi. Perusahaan dikabarkan sedang mendiskusikan peningkatan kapasitas produksi tahunan hingga lebih dari 20 juta unit pada akhir tahun 2026, bahkan berpotensi mencapai 30 juta unit jika permintaan terus meningkat. Meta juga memperluas kemitraannya dengan EssilorLuxottica, termasuk peluncuran kacamata AI bermerek Oakley dan kacamata Ray-Ban Display dengan layar bermata terintegrasi.

Pergeseran strategi Meta semakin terlihat dengan berkurangnya investasi di divisi virtual reality (VR) dan metaverse. Meta dilaporkan telah melakukan PHK di divisi Reality Labs, sambil mengalihkan fokus dan sumber daya ke AI dan pengembangan perangkat dapat dipakaitermasuk kacamata pintar. CEO Meta, Mark Zuckerberg, bahkan menyatakan bahwa ia melihat kacamata sebagai salah satu bentuk perangkat dapat dipakai pengganti potensial di masa depan telepon pintar.

Fokus pada Pengguna Lensa Resep

Model “Scriber” dan “Blazer” baru juga dilaporkan dirancang khusus untuk pengguna yang membutuhkan lensa resep. Meskipun lensa resep sudah dapat dipasang pada model Ray-Ban Meta yang ada, kedua model baru ini dirancang dari awal dengan mempertimbangkan kebutuhan tersebut, menandakan upaya Meta untuk menjangkau pasar ritel optik yang lebih luas.

Langkah ini strategis mengingat pasar kacamata resep menyumbang porsi yang cukup besar terhadap pasar kacamata global. Dalam melakukan hal tersebut, Meta berupaya memposisikan kacamata pintarnya dari sekadar produk elektronik konsumen menjadi bagian dari industri optik arus utama, yang potensi skala dan margin keuntungannya jauh lebih besar.

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch